Itinerary Baduy 2 hari 1 malam: Baduy Luar dan Baduy Dalam
Diperbarui 23 Oktober 2026
Dua hari satu malam adalah format paling populer untuk ke Baduy. Berikut contoh jadwal untuk dua pilihan, yaitu menginap di Baduy Luar dan menginap di Baduy Dalam. Waktu bisa bergeser mengikuti cuaca, kondisi jalan, dan kecepatan rombongan.
Menginap di Baduy Luar
Jalan kaki sekitar 2–3 jam per hari, cocok untuk pemula dan boleh diikuti WNA.
- Hari 1, 09.00: Kumpul di Stasiun Rangkasbitung, lanjut naik elf ke Ciboleger.
- Hari 1, 11.30: Sampai di Ciboleger. Makan siang, briefing aturan adat, titip barang yang tidak perlu dibawa.
- Hari 1, 12.30: Jalan lewat Kaduketug menuju kampung tempat menginap, sekitar 2–3 jam dengan beberapa kali istirahat.
- Hari 1, 16.00: Sampai, mandi di sungai, lihat tenun dan pembuatan gula aren.
- Hari 1, 19.00: Makan malam dan ngobrol dengan tuan rumah. Tidur di lantai bambu beralas tikar.
- Hari 2, 05.30: Bangun pagi, sarapan.
- Hari 2, 08.00: Jalan balik ke Ciboleger, lewat jalur lain kalau kondisi memungkinkan.
- Hari 2, 12.00: Sampai di Ciboleger, naik elf ke Rangkasbitung. Tiba sekitar 14.30.
Menginap di Baduy Dalam (khusus WNI)
Hari pertama paling berat: 4–5 jam jalan kaki naik-turun bukit. Hari kedua lebih ringan.
- Hari 1, 09.00: Kumpul di Stasiun Rangkasbitung, lanjut naik elf ke Ciboleger.
- Hari 1, 11.30: Sampai di Ciboleger. Makan siang, shalat, briefing aturan adat. HP dan kamera dimatikan sebelum masuk Baduy Dalam.
- Hari 1, 12.30: Mulai trekking ke Cibeo, 4–5 jam lewat kampung Baduy Luar, ladang, dan jembatan bambu.
- Hari 1, 17.00: Sampai di Cibeo. Mandi di sungai (tanpa sabun), makan malam di rumah warga.
- Hari 1, 19.00: Ngobrol dengan warga soal kehidupan Baduy Dalam. Tidur sekitar jam 21.00.
- Hari 2, 05.00: Bangun, lihat aktivitas pagi di kampung.
- Hari 2, 07.00: Sarapan dan beres-beres.
- Hari 2, 08.00: Pulang lewat Ciboleger (tanpa biaya tambahan, sampai sekitar 13.30) atau lewat Cijahe (lebih cepat, ada biaya tambahan).
- Hari 2, 14.00: Naik elf ke Stasiun Rangkasbitung, tiba sekitar 16.30.
Tips mengatur tenaga
- Jalan pelan di awal supaya tenaga cukup sampai akhir.
- Minum sedikit-sedikit tapi sering. Bawa minimal 1,5 liter.
- Pakai sepatu atau sandal gunung dengan sol yang tidak licin, terutama kalau musim hujan.
- Istirahat di tiap kampung. Itu juga kesempatan untuk ngobrol dengan warga dan melihat tenun.
- Bawa headlamp. Kalau trekking Baduy Dalam molor, kamu mungkin sampai setelah gelap.
Barang yang jangan sampai ketinggalan
- Jas hujan atau ponco, sarung atau selimut tipis, dan baju ganti dalam kantong plastik.
- Senter atau headlamp, obat pribadi, dan snack.
- Uang tunai dan kartu KRL.