Aturan masuk Baduy: yang boleh dan tidak boleh dilakukan
Diperbarui 23 Oktober 2026
Baduy adalah kampung adat tempat orang tinggal dan menjalankan keyakinan mereka, bukan tempat wisata biasa. Aturannya ditetapkan lembaga adat, dan pengunjung diminta mematuhinya tanpa tawar-menawar. Berikut aturan yang paling sering ditanyakan.
Aturan di seluruh kawasan adat
- Isi buku tamu dan hormati pemandu serta tuan rumah.
- Dilarang membawa atau mengonsumsi alkohol dan narkoba.
- Dilarang membawa atau memainkan radio dan gitar, serta senapan angin.
- Dilarang berburu, menangkap hewan, memetik tanaman, dan merusak lingkungan.
- Jangan membuang sampah, apalagi ke sungai. Sampah dibawa pulang.
- Pastikan api masak benar-benar padam.
- Dilarang masuk hutan larangan.
Tambahan aturan di Baduy Dalam
- Foto dan video dilarang total. Simpan kamera dan HP di dasar tas.
- Alat elektronik dimatikan. Sinyal dan listrik memang tidak ada.
- Tidak boleh memakai sabun, sampo, dan pasta gigi. Warga mandi dan mencuci di sungai yang sama, jadi bahan kimia akan merusak airnya.
- Tidak ada toilet. Buang air dan mandi di sungai, tempatnya dipisah untuk laki-laki dan perempuan.
- Jaga ketenangan, terutama malam hari.
Di Baduy Luar boleh foto?
Boleh. Tapi tetap minta izin sebelum memotret warga dari dekat, apalagi anak-anak dan ibu-ibu yang sedang menenun. Jangan memotret bagian dalam rumah tanpa persetujuan tuan rumah.
Wisatawan asing
Pada Oktober 2025, lembaga adat melarang wisatawan asing masuk ke Baduy Dalam dan Gajeboh. Wisatawan asing tetap diterima di Baduy Luar, dengan didampingi pemandu warga Baduy. Karena itu paket Baduy Dalam kami hanya untuk WNI.
Baduy Dalam tutup saat Kawalu
Setiap awal tahun Baduy Dalam ditutup untuk pengunjung selama sekitar tiga bulan karena ritual Kawalu. Baduy Luar tetap terbuka. Detailnya ada di panduan terpisah.
Kalau melanggar
Pengunjung yang tidak mengikuti aturan bisa diminta keluar dari kawasan. Dalam trip kami, peserta yang melanggar bisa diminta meninggalkan kawasan tanpa pengembalian biaya. Bukan karena kami galak, tapi karena yang dipertaruhkan adalah kepercayaan warga kepada pengunjung berikutnya.